Sebelumnya kuberitahukan dulu, apa yang akan kau baca adalah sepenuhnya benar-benar merupakan sebuah ajakan untuk membunuh tuhan yang hidup di dalam pikiranmu. Sebuah ajakan untuk menjadi seorang murtad.
Sebenarnya aku tidak suka dengan hal-hal seperti ini, seperti juga rasa tidak sukaku yang meledak-ledak terhadap orang yang mempromosikan tuhannya kepadaku. Tetapi toh mereka melakukan itu, dan mereka tidak pernah ambil pusing tentang rasa muakku. Maka dengan prinsip tidak ambil pusing terhadap rasa marah angkara-murkamu, kubuat juga tulisan ini.
***
Menurutku, apa yang terjadi di dalam kepalamu, menyangkut tentang tuhan, pada dasarnya terdiri dari dua pola utama; sebuah lingkaran setan dan satunya lagi adalah suatu kegoblokan yang stagnan.
Lingkaran setan adalah ketika karena kepercayaanmu pada tuhan, maka kau menjadi takut berpikir, tidak berani melampaui sekat-sekat pembatas yang terbentuk karena keberadaan tuhan di dalam pikiranmu. Pikiranmu terkerangkeng di dalamnya, tidak mampu dan tidak berani keluar dari kerangkeng itu, sehingga dengan ketakutanmu dan keenggananmu untuk berpikir, kau kembalikan lagi segalanya kepada tuhan.
Hasilnya adalah putaran demi putaran yang semakin dungu dari waktu ke waktu. Di mana semakin kau takut untuk berpikir, maka akan semakin parah ketergantunganmu pada tuhan, dan kemudian kau menjadi semakin takut untuk berpikir, dan seterusnya tanpa akhir.
Setiap apapun yang kau hadapi dan kau pikirkan telah dengan sendirinya kau beri dasar tuhan di sana, sehingga apapun tidak akan terlepas darinya, dan setiap jengkal pikiranmu tidak akan pernah dapat dan tidak akan pernah kau biarkan melampaui batas-batas tuhan itu.
Lainnya adalah kegoblokan yang stagnan alias mandek. Kau memiliki tuhan sebagai jawaban atas segalanya, maka dengan mudahnya, didasari oleh ketidakberanianmu untuk berpikir, kau tinggal memunculkan kata 'tuhan' sebagai jawaban untuk segala hal yang kau hadapi.
***
Saranku untuk kau yang masih membiarkan tuhan hidup di dalam pikiranmu, adalah bahwa kau harus dapat membebaskan dirimu dari sang tuhan, karena semakin tuhan berkuasa di alam pikirmu, maka semakin kau tidak memiliki sendiri hidupmu, semakin kau tidak merdeka, semakin kau kehilangan kemanusiaanmu sendiri.
Ya, aku serius, dan aku memang benar-benar menyarankanmu untuk membunuh atau mengusir tuhan yang hidup di dalam kepalamu.
Caranya adalah, kau harus mampu memecahkan lingkaran setan yang membelenggu pikiranmu itu. Itu hal pertama yang perlu kau lakukan. Beranilah berpikir, jangan kembalikan lagi pada tuhan, tetapi biarkan pikiranmu menerobos segala arah, biarkan ia bebas, hentikan putaran-putaran lingkaran setan yang dungu itu.
Berhenti menjadikan tuhan sebagai jawaban untuk segalanya, dan di saat yang sama kau harus sungguh-sungguh berpikir tentang tuhan. Berpikir tentang tuhan dengan cara yang merdeka, yang tidak dibelenggu oleh lingkaran setan kedunguan.
Urai tuhan yang ada di dalam pikiranmu, bongkar, gali, dan bedah namanya dengan tidak takut terhadap apapun juga, dengan tidak takut terhadap dirinya dan pikiranmu sendiri.
Tentu kau akan takut dosa, takut neraka, hukuman, atau sanksi yang akan diberikannya padamu karena hal itu. Atau kau merasa tidak layak untuk melakukan itu, dengan segala rupa alasan yang mungkin sebagian besarnya kau temukan di dalam buku-buku tebal usang bau ompol bernama kitab suci.
Tetapi bagaimanapun pada dasarnya itu hanyalah ketakutanmu belaka, kepengecutanmu untuk menjadi diri sendiri, menghadapi kenyataan, menghadapi tiap risiko; ketakutanmu untuk berpikir.
Karena itu memang sesungguhnyalah tulisan ini mengandung muatan yang bertujuan menantangmu untuk melakukan itu semua; menantangmu untuk berani berpikir merdeka, untuk menjadi seorang murtad.
Aku tak menjanjikan apapun juga jika kau melakukannya, aku tak tau apa yang akan terjadi kemudian. Mungkin kau akan menjadi murtad sejati dengan pikiran yang telah terbebas dari jerat kekuasaan tuhan, atau setidaknya kau akan menemukan tuhan yang lebih manusiawi untuk menggantikan tuhan dengan kekuasaan absolut yang kini tengah menguasai pikiranmu. Mungkin juga kau tinggal tetap menjadi seorang pesakitan yang diperkacung oleh tuhan di dalam pikiranmu sendiri - seperti saat ini - yang kemudian merasa sangat-sangat berdosa dan terkutuk karena pikiran-pikiran liar yang pernah kau biarkan berkembang di dalam pikiranmu.
Sekali lagi aku tak tau yang mana yang akan terjadi.
Tetapi bagaimanapun kau tetap perlu melakukannya. Dalam nama kemerdekaan dan keberanian hidup, dalam nama kepemilikan penuhmu atas pikiranmu sendiri, dalam nama kemanusiaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar