Rabu, 03 Maret 2010

Diktator Proletariat

Demokrasi macam apakah, yang melarang ideologi tertentu untuk hidup? Demokrasi macam apakah, yang mematok kebenaran berdasarkan kepentingan kaum tertentu? Demokrasi macam apakah, yang mengorbankan kehidupan jutaan nyawa demi kenikmatan hidup segelintir orang? Demokrasi macam apakah, yang menodongkan moncong senjata pada yang tidak setuju? Demokrasi macam apakah, yang membangun dirinya dari hasil perampokan terhadap orang lain? Demokrasi macam apakah, yang membunuhi saudara sendiri dalam nama nasionalisme dan persatuan?

Demokrasi macam apakah yang dilahirkan dari pembantaian terhadap ratusan ribu manusia dan pemenjaraan terhadap jutaan yang lainnya??

Demokrasi macam apakah yang tidak mengizinkan adanya pemikiran lain selain yang sejalan dengan yang dimiliki oleh para penguasa dan penjaganya, yang memberangus setiap perbedaan, yang membantai setiap perlawanan, dan mengabdikan dirinya pada profit bagi kaum empunya harta, kuasa, dan senjata??

Demokrasi-mu hanya nama, dan tidak lebih dari itu. Demokrasi-mu adalah omong kosong, adalah bualan maha hina, adalah bangkai yang membusuk dan tak berharga. Demokrasi-mu adalah sebuah kebohongan, demokrasi-mu berarti keharusan mutlak untuk setuju dan sepakat dengan setiap tingkah lakumu. Demokrasi-mu adalah sebuah pilihan antara menjadi kacung dirimu dan segala kepentinganmu atau mati. Demokrasi-mu adalah berarti kepentingan kaum-mu.

Demokrasi-mu hanya bualan belaka!

Sejatinya kau adalah monster-monster yang akan melakukan apapun untuk menjamin kepentinganmu, kau adalah penguasa yang memperkacung dan mempertolol rakyatmu sendiri dalam nama demokrasi. Demokrasi-mu tidak lebih dari fasisme dan kekuasaanmu menyerupai kediktatoran.

Demokrasi-mu adalah omong kosong!

Yang menjadi penopang kebohonganmu tinggal pemilihan yang kau adakan lima tahun sekali. Pemilihan yang sungguh cerdas untuk semakin memperdungu rakyatmu, untuk memberikan mereka fantasi, ilusi, dan imajinasi demokrasi, untuk membuat mereka menjadi goblok.

Pemilihan yang kau adakan adalah hanya perebutan kekuasaan di antara kaum-mu sendiri, hanya tarik ulur kepentingan antara kau yang satu dengan kau yang lainnya. Kemudian siapapun yang menjadi penguasa tetap akan merupakan orang-orang yang sama yang sejak berpuluh tahun lalu menguasai harta dan senjata.

Lantas kau tersenyum karena demokrsi telah dijalankan, karena pesta demokrasi telah sukses berlangsung. Satu jari tangan kiri yang membiru terkena tinta, kotak suara yang penuh, dan omong kosong pemilihan itu kau katakan sebagai demokrasi.

Tai anjing! Kukatakan lagi: Demokrasi-mu adalah omong kosong.

Dan kami tak membutuhkan demokrasi darimu, kami akan menggunakan cara kami sendiri. Makan saja demokrasi-mu, kami akan membangun dunia kami sendiri: Di atas puing-puing dunia-mu yang akan kami hancurkan!

Kemudian jangan sekali-kali kau mengemisi atau mengutuki demokrasi kepada kami, karena kami tidak memilikinya, karena kami tidak menyediakan omong kosong demokrasi seperti yang kau pajang manis di jidat dan pantatmu sekarang. Sedari awal tujuan kami telah jelas, sedari awal kami telah jujur pada diri kami sendiri tentang apa yang akan kami bangun, dan kami tidak munafik akan apa yang kami cita-citakan; diktator proletariat!

Maka tidak ada tempat bagimu.

Related Posts :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar