Sabtu, 30 Januari 2010

PRINSIP

Hari ini ujan turun deras, udah sekitar 4 jam kota Kediri ini ujan ampir nggak berenti. Tadi saya abis ketemu sama beberapa temen yang umurnya udah pada jauh di atas saya. Mereka ngomongin masalah-masalah yang masih jauh dari umur saya, politik. Topik utamanya di sekitar politik dan moral. Untuk topik utama ini, justru saya ampir nggak ngarti, dan tidak tertarik.

Dari semua kalimat-kalimat yang saya denger selama ketemuan sekitar 5 jam itu, ada satu kalimat yang bagus, dan yang pengen saya munculin di website ini. Tapi kalimat ini bukan kalimat yang bisa di taro di bagian quote, karena bukan berupa kata mutiara atau quote menarik. Tapi lebih tepat dibilang sebuah cerita pendek, yang terdiri cuma beberapa kalimat, tapi bagus sekali.

***

Di India bagian tertentu, ada tradisi untuk membakar istri dari orang yang meninggal. Ketika ada satu orang laki-laki beristri yang meninggal, maka orang-orang dalam satu desa itu akan membakar juga istrinya. Tapi hal ini terakhir kali (hampir) dilaksanakan pada tahun 1935 (kalau tidak salah).

Waktu itu, perempuan yang akan dibakar juga bersama suaminya yang sudah meninggal digiring oleh penduduk desanya, sampai menangis. Pemerintahan India waktu itu, mengetahui hal itu, dan dengan tegas mengatakan tidak, wanita itu tidak boleh dibakar - karena dia tidak mau.

Pemerintah Inggris di India mengerahkan kepolisiannya untuk menggagalkan usaha pembakaran manusia itu. Akhirnya ada puluhan penduduk sipil dan beberapa polisi yang meninggal karena terjadi keributan yang cukup besar antara penduduk dengan polisi.

***

Banyak yang berpikir, hanya untuk menyelamatkan satu nyawa wanita saja, puluhan nyawa lainnya dikorbankan. Apakah ini perlu? Apakah ini harus? Mengapa tidak dibiarkan saja wanita itu dibakar, maka tidak jatuh korban lebih banyak lagi, hanya satu orang saja yang mati dibakar.

Tapi orang yang bercerita tentang hal ini pada saya mengatakan 'ini prinsip!'. Ini bukan masalah berapa korban yang jatuh, bukan masalah nyawa yang melayang, bukan masalah lebih baik yang mana. Ini masalah prinsip, wanita yang akan dikorbankan itu menyatakan tidak mau, dan itu adalah hak dia, maka hak-nya itu harus dibela. Bahkan walaupun harus mengorbankan nyawa lebih banyak lagi.

Yang diutamakan di sini adalah prinsip, bahwa hidup adalah hak tiap orang. Sementara hidup wanita itu akan dihilangkan, akan dibunuh, maka itu adalah prinsip bahwa hidup sudah menjadi hak wanita itu, dan itu harus dibela. Bagaimanapun caranya.

Related Posts :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar