Kebebasan! Apa anda merasa punya cukup kebebasan dalam hidup ini? Apa hidup anda sudah bebas? Apa anda dapat menikmati kebebasan? Apa anda sudah dapat menghargai kebebasan diri sendiri dan orang lain? Banyak pertanyaan yang bisa ditanyakan sehubungan dengan kebebasan manusia dalam hidup. Batas-batas kebebasan itu sendiri-pun masih rancu, tidak ada yang dapat memastikan sejauh mana kebebasan manusia bisa tetap bebas. Namun ada satu hal yang hampir tidak dapat dibendung, pikiran. Dan kebebasan yang paling penting itu sendiri-pun adalah kebebasan untuk berpikir, dan kebebasan ini sudah dimiliki oleh setiap orang dengan sendirinya, jarang sekali kebebasan berpikir ini dapat dikekang dan dibatasi oleh orang lain.
Tapi justru manusia itu sendiri yang biasanya membatasi pikirannya. Dengan alasan segala norma-norma, adat, agama, dan ikatan-ikatan lainnya yang ada, dengan bangga-nya manusia hobby membatasi pikiran mereka. Tidak ada rasa penghargaan terhadap kebebasan berpikir. Padahal, seseorang dapat memiliki alam semestanya sendiri di dalam pikiran, seseorang dapat menciptakan apa saja di dalam pikiran.
Namun ada kalanya manusia justru takut untuk mempergunakan kebebasan berpikirnya itu. Juga karena segala norma-norma, adat, agama dan segala ikatan-ikatan lainnya. Tetapi bagaimanapun ikatan-ikatan itu mengikat, seharusnya tiap manusia harus bisa menjadi tuan rumah di kepalanya sendiri. Bagaimana mau dikatakan hidup kalau untuk mempergunakan kepala sendiri-pun takut? Bagaimana mau dikatakan hidup kalau untuk berpikir-pun takut?
Pada akhirnya, hanya sedikit orang-orang yang mau, mampu, dan berani untuk berpikir, berpikir dengan bebas. Pantaslah dikatakan oleh John Stuart Mill: "The perpetual obstacle to human advancement is custom" (Penghalang abadi atas kemajuan manusia adalah adat istiadat). Adat istiadat pada masa sekarang, sudah tidak lagi hanya sebagai pengendali perilaku, dan pengawas masyarakat, namun sudah menjadi penghalang besar bagi pemikiran manusia itu sendiri. Manusia telah menciptakan penghalangnya sendiri untuk berpikir.
***
Bagaimana dengan anda? Kembali saya pertanyakan pertanyaan-pertanyaan saya di paragraf pertama. Apakah anda sudah bebas berpikir? Apakah anda dapat menghargai kebebasan berpikir anda? Apakah anda berani menggunakan kebebasan anda dalam berpikir? Tidak perlu dijawab, karena jawaban yang diberikan pada orang lain tidak akan dapat benar-benar jujur, bahkan manusia amat senang membohongi dirinya sendiri. Jawablah pada diri sendiri, dengan usaha yang amat keras untuk jujur pada diri sendiri. Apakah anda sudah berani berpikir, berpikir bebas?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar